Seperti diberitakan Sputnik, Rabu (3/2), Komisi Eropa dalam konferensi pers pekan ini mengatakan rencana pembatasan peredaran pecahan 500 euro adalah bagian dari "Rencana Aksi memperkuat upaya membendung keuangan teroris".
Menurut Komisi Eropa, pecahan 500 euro paling banyak digunakan teroris dan geng kriminal dibanding pecahan uang lainnya. Sepertiga dari jumlah uang yang beredar di Eropa adalah pecahan 500 euro, padahal denominasi ini tidak biasa digunakan untuk alat pembayaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengatasi jalur keuangan teroris merupakan bagian dari upaya Eropa mencegah serangan terorisme di masa depan. Diharapkan cara ini bisa memotong sumber daya yang digunakan teroris untuk bepergian, membeli senjata dan peledak, serta menggagalkan rencana serangan dan propaganda di internet.
Pecahan 500 euro diperkenalkan pada tahun 2002 untuk menggantikan denominasi yang lebih besar yang dicetak oleh beberapa bank sentral di Eropa. Uang pecahan ini menurut Ian Cruxton, Wakil Direktur Badan Kejahatan Terorganisir Serius, SoCA, dalam wawancara tahun 2010, sering digunakan untuk kejahatan pencucian uang.
"Pecahan 500 euro adalah pecahan yang dipilih di antara para kriminal. Kami memperkirakan lebih dari 90 persen uang 500 euro yang ada di Inggris jatuh ke tangan kelompok kriminal terorganisir," ujar Cruxton. (ama)