Surat singkat dari Kedutaan Besar Arab Saudi di London pada pekan lalu tersebut mengatakan bahwa permintaan ini murni untuk, "melindungi organisasi internasional dan karyawannya," dari serangan udara yang hingga kini masih berjalan.
Lihat juga:Raja Saudi: Jangan Campuri Urusan Kami |
Kepala Bantuan PBB, Stephen O'Brien, mengaku sudah menerima surat tersebut pada Minggu (7/2) dan mengatakan bahwa komunitas kemanusiaan akan tetap mengirimkan bantuan ke Yaman atas dasar kebutuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, mereka tetap meminta PBB dan pekerja kemanusiaan lainnya untuk meninggalkan daerah yang dekat dengan basis operasi militer Houthi.
"Permintaan koalisi tetap konsisten dengan kewajibannya di bawah hukum kemanusiaan dan tak bisa disalahtafsirkan sebagai indikasi penghalangan akses kemanusiaan dan pengiriman bantuan kemanusiaan di Yaman," katanya.
Koalisi Saudi bersama delapan negara Arab lainnya menggempur Yaman untuk mengalahkan pemberontak Houthi yang merongrong kekuasaan Presiden Abdu Rabbu Mansour Hadi.
Hampir 6.000 orang tewas sejak koalisi Saudi ikut campur dalam konflik ini. Nyaris setengah dari orang yang tewas tersebut merupakan warga sipil.
Dalam sebuah laporan pada bulan lalu, pemantau sanksi PBB mengatakan bahwa koalisi Saudi menarget warga sipil dan beberapa serangannya merupakan kekerasan terhadap kemanusiaan.
Panel ahli mendokumentasikan 119 serangan mendadak koalisi yang, "berkaitan dengan pelanggaran hukum internasional. Banyak serangan melibatkan beberapa serangan udara dengan objek warga sipil." (ama)