Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu menyatakan rudal Rusia menghantam sejumlah bangunan, menyebabkan banyak korban sipil, termasuk anak-anak, tewas. Menurut laporan PBB, 50 orang tewas ketika rudal menghantam setidaknya lima fasilitas medis dan dua sekolah di daerah yang dikuasai pemberontak Suriah pada Senin (15/2).
PBB menyebut serangan rudal itu merupakan pelanggaran yang jelas terhadap hukum internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain di Azaz, serangan rudal juga menghantam sebuah rumah sakit di kota Marat Numan di provinsi Idlib, wilayah selatan Aleppo.
"Kami telah memindahkan sejumlah anak-anak yang berteriak dari rumah sakit," kata petugas medis Juma Rahal, sembari menambahkan bahwa setidaknya dua anak tewas dan puluhan korban luka dilarikan ke Turki dengan ambulans untuk menjalani perawatan medis.
"Pelaku serangan udara jelas, pemerintah [Suriah] atau Rusia," kata Presiden MSF, Mego Terzian.
Namun, tuduhan itu dibantah oleh Menteri Kesehatan Rusia, Veronika Skvortsova, yang menyatakan serangan udara Rusia menargetkan infrastruktur kelompok militan ISIS.
Skvortsova tidak percaya bahwa jet tempur Rusia membombardir sejumlah tempat sipil di Idlib.
Lihat juga:Turki Gempur Milisi Kurdi di Suriah Utara |
Sementara, Duta Besar Suriah untuk Rusia mengklaim bahwa jet tempur Amerika Serikat bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Penasehat keamanan nasional Gedung Putih, Susan Rice pada Senin mengutuk serangan pengemboman intensif di Suriah utara. Rice menambahkan bahwa serangan itu berlawanan dengan komitmen untuk mengurangi aksi kekerasan yang disepakati oleh sejumlah negara besar di Munich, Jerman, pekan lalu.
Sementara itu, serangan ofensif Rusia di Suriah dan milisi Syiah yang didukung Iran membawa tentara Suriah ke wilayah sekitar 25 km dari perbatasan Turki. Milisi Kurdi-Suriah, YPG, berusaha merebut sejumlah wilayah di perbatasan yang terbentang sepanjang 100 km itu.
Lihat juga:Turki Bantah Kirim Pasukan ke Suriah |
"Kami tidak akan membiarkan Azaz jatuh. Jika mereka mendekati lagi, mereka akan menerima reaksi paling keras," ujar Davutoglu.
Dewan Keamanan PBB akan membahas serangan Turki ke sejumlah target di Suriah utara atas permintaan Rusia pada Senin.
Kebuntuan upaya masyarakat internasional untuk mengatasi perang saudara di Suriah meningkatkan risiko konfrontasi langsung antara Rusia dan Turki, yang merupakan negara anggota NATO.
Hubungan antara Moskow dan Ankara memburuk setelah militer Turki menembak jatuh pesawat perang Rusia pada November lalu yang terbang di sepanjang perbatasan Turki-Suriah. (ama)