Data Institut Statistik Turki seperti diberitakan Reuters, Senin (22/1), menunjukkan pemasukan Turki di sektor pariwisata turun 14,3 persen di kuartal terakhir tahun lalu. Pemasukan bidang pariwisata Turki dalam setahun lalu turun 8,3 persen.
Menurut TUI, operator wisata terbesar dunia, bulan ini sebanyak 40 persen pesanan wisata menuju Turki dibatalkan karena alasan keamanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ancaman keamanan juga datang dari kelompok separatis Kurdi, Partai Pekerja Kurdistan atau PKK. Kelompok yang menginginkan otonomi di tenggara Turki ini melakukan serangan pengeboman dan penembakan di sepanjang perbatasan.
Ketegangan dengan Moskow juga menjadi salah satu sebab berkurangnya jumlah wisatawan dari Rusia. November tahun lalu Turki dan Rusia terlibat konflik menyusul jatuhnya jet tempur Rusia oleh pasukan Turki.
Rusia meminta warganya untuk tidak lagi mengunjungi Turki menyusul peristiwa itu.
Bantuan pemerintah
Untuk mengatasi keterpurukan ini, pemerintah Turki akan memberikan bantuan bagi para pelaku usaha pariwisata.
Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengumumkan bantuan hingga 244 juta lira atau lebih dari Rp1,1 triliun bagi berbagai perusahaan pariwisata.
Davutoglu juga mengatakan Turki optimistis tetap menjadi tujuan wisata favorit bagi warga Rusia. Dia berharap, warga Rusia tetap datang ke Turki kendati dilarang negaranya. Di antara tempat favorit tujuan wisata warga Rusia adalah daerah pesisir seperti Alanya dan Antalya. (den)