Para pendukung menganggap Mumtaz Qadri sebagai seorang pahlawan karena membunuh Gubernur Punjab, Salman Taseer, pada 2011. Kala itu, Taseer menuntut revisi hukum yang memerintahkan hukuman mati bagi penghina Islam atau Nabi Muhammad.
"Dia hidup! Qadri hidup! Dari darahmu akan lahir revolusi!" teriak para pendukungya yang mengelilingi petinya sambil melemparkan kembang pada Selasa (1/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, pemimpin Dewan Ideologi Islam, Mohammad Sherani, tak mendukung aksi Qadri.
"Tak ada orang yang kebal hukum. Saya menghargai sentimen keagamaan Qadri, tapi saya lebih menghargai konstitusi Pakistan," ucapnya.
Setiap tahunnya, lebih dari 100 orang diadili atas tuduhan penghinaan agama di Pakistan. Kebanyakan orang yang diadili beragama Kristen dan kaum minoritas lainnya. Kritikus mengatakan bahwa banyak kasus bahkan melibatkan masalah pribadi.
Sebelum Qadri, belum ada orang yang dieksekusi mati atas tuduhan penghinaan agama. Namun sejak 1990, setidaknya 65 orang dibunuh terkait dengan tuduhan penghinaan agama. (ama)