"Kami mendeteksi rencana untuk menyerang beberapa lokasi di Kedah, Kuala Lumpur, dan Putrajaya, untuk mencuri senjata dari kamp tentara, membuat peledak, merampok uang di mobil transit juga rencana menculik pemimpin-pemimpin negara untuk tebusan," ujar Zahid seperti dikutip The Malaysian Insider, Selasa (8/3).
"Kami juga akan menerapkan Sistem Pemeriksaan Ketat Penumpang (APPS) untuk mendeteksi dini tersangka warga asing untuk masuk ke Malaysia," ucap Zahid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama setelah berita ini dilansir, laman The Malaysian Insider langsung dibanjiri olokan pembaca terhadap Zahid dan para petinggi negara yang dikabarkan menjadi target penculikan ISIS. Ejekan ini menjadi salah satu bukti menurunnya popularitas Najib di tengah kasus dugaan korupsi yang menderanya.
Lihat juga:Pelaku Penembakan di Sydney Ditemukan Tewas |
Sementara itu, pemegang akun Kwancehong mengatakan, "Harus menangis atau tidak? Mereka akan lebih aman di penjara!"
Namun, pengguna akun Nadaire mengatakan bahwa kabar ini mungkin dapat menjadi hal yang baik. "Jika ia diculik, ia tidak bisa menjawab pertanyaan mengenai 1MDB lagi. Dia menang, Malaysia menang!"
Najib menghadapi tekanan berkelanjutan untuk mengundurkan diri sejak pertengahan tahun lalu karena dituduh terlibat dalam skandal keuangan 1MDB.
Najib membantah bahwa dia menggunakan dana itu untuk kepentingan pribadi. Komisi Anti-Korupsi Malaysia dan Jaksa Agung Malaysia juga menyatakan Najib bersih dari tuduhan korupsi. (stu/stu)