Kantor berita Xinhua pada Jumat (11/3) melaporkan penerbangan sipil yang akan dibuka salah satunya menuju kota Sansha di Pulau Woody, yang menjadi bagian dari kepulauan Paracel, basis administratif China untuk mengontrol pulau dan karang di Laut China Selatan.
China mengklaim sebagian besar perairan Laut China Selatan yang merupakan salah satu jalur perdagangan tersibuk dunia, dengan nilai perdagangan yang melintasinya mencapai lebih dari US$5 triliun per tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Mayor Xiao Jie, Xinhua melaporkan terdapat dua kapal penumpang dan kapal polisi dipergunakan sebagai stasiun komunikasi di Sansha.
Xiao menambahkan kedua bandara itu akan membantu navigasi dan patroli pengawasan dan juga memberikan informasi cuaca dan aeronautika.
Februari lalu, para pejabat Taiwan dan AS mengkonfirmasi penempatan rudal darat-ke-udara baru di Pulau Woody, sembari mengkritik bahwa tindakan China itu bertentangan dengan komitmen China untuk tidak melakukan militerisasi di Laut China Selatan.
Lihat juga:China Kirim Jet Tempur di Laut China Selatan |
China menyatakan sejumlah infrastruktur yang sedang dibangun murni untuk kepentingan sipil dan akan menguntungkan negara-negara lain.
Pada November, China juga mendaratkan jet tempur bersenjata lengkap di landasan udara di Pulau Woody. (ama)