Harian Jerman, Sueddeutsche Zeitung melaporkan pada Jumat (11/3) bahwa nama Samy Amimour, Foued Mohamed-Aggad dan Omar Ismail Mostefai termuat dalam dokumen yang berisikan identitas sekitar 22 ribu anggota ISIS beserta nomor telepon dan keterangan keluarganya yang bocor ke media Inggris, Sky News pada Kaimis (10/3).
Tim peneliti Jerman mengklaim memperoleh data beberapa ribu anggota ISIS dari 22 ribu anggota ISIS yang terungkap. Sejumlah identitas ganda ditemukan dalam data tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi federal Jerman, pada Kamis (10/3) menyatakan mereka mendapatkan akses terhadap dokumen itu dan menilai dokumen itu bisa menjadi data yang valid. Meski demikian, sejumlah pakar menyerukan agar para petugas keamanan tak serta merta memercayai dokumen tersebut tanpa penyelidikan lebih lanjut.
Menteri Dalam Negeri Perancis, Bernard Cazeneuve pada Jumat menekankan perlunya "sangat berhati-hati" soal dokumen itu.
"Kami sangat tertarik pada informasi yang memungkinkan kita untuk mendapatkan data soal teroris tetapi informasi tersebut harus dikonfirmasi," katanya ketika berada di Washington.
Omar Mostefai, warga Perancis berusia 29 tahun yang berasal dari pinggiran kota Paris, meledakkan dirinya di konser musik Bataclan. Identitasnya telah dikonfirmasikan menggunakan ujung jari yang terpotong dan ditemukan di lokasi kejadian.
Selain Mostefai, pelaku bom bunuh diri lainnya di Bataclan adalah Samy Amimour, 28, mantan sopir bus dari Drancy yang terletak di pinggiran Paris. Pelau ketiga adalah Foued Mohamed-Aggad, 23, dari Strasbourg.
Data itu menyebutkan bahwa Mohamed-Aggad tiba di wilayah ISIS pada 18 Desember 2013 dengan kelompok jihadis besar asal Perancis, termasuk 14 pria dan keluarga mereka. (ama)