“Saya sekali lagi menekankan penolakan kami terhadap hukuman mati yang merupakan elemen penting di negara kami,” ujar Koenders setelah bertemu dengen Menlu Indonesia, Retno Marsudi, di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (24/3).
Kendati demikian, Koenders mengatakan bahwa ia sangat senang dapat membicarakan masalah ini secara terbuka dengan Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Retno memastikan bahwa pembicaraan mengenai hukuman mati tersebut tidak ada dalam agenda pertemuan bilateral pagi ini. “Tidak ada pembicaraan itu,” katanya.
Meskipun ada perbedaan pendapat terkait hukuman mati, Koenders mengatakan bahwa negaranya tetap ingin memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia.
“Banyak kerja sama yang menunjukkan dekatnya hubungan antara Indonesia dengan Belanda. Ikatannya sangat kuat dan bisa saling berbagi pengalaman, belajar antara satu dengan yang lain dan memperdalam kerja sama,” ujar Koenders.
Retno memang menjabarkan bahwa dalam pembicaraan bilateral, kedua menlu lebih menekankan penguatan kerja sama di bidang perdagangan, investasi dan pendidikan.
Lihat juga:Indonesia Rilis Imbauan Perjalanan ke Belgia |
Koenders pun mengatakan bahwa Indonesia dapat menjadi rekan kerja sama yang potensial mengingat target ekonomi tinggi dari pemerintah Jakarta.
“Indonesia ingin menjadi negara yang masuk dalam negara dengan ekonomi terbesar pada 2025. Itu merupakan target yang ambisius yang dapat membuat ratusan ribu warga Indonesia keluar dari kemiskinan. Saya merasa sangat terhormat berada di sini,” katanya. (stu)