Dilansir USA Today, polisi mengatakan Wallis menjalankan “setengah lusin apartemen bordil” yang masing-masing berisi enam hingga 10 perempuan, menurut Chronicle.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asisten Jaksa Distrik Harris County Lester Blizzard menjelaskan operasi bordil yang dituduhkan itu mendapat komentar “masif” di Chronicle. "Ini adalah operasi terbesar yang pernah saya kerjakan,” katanya kepada koran tersebut.
Penyelidikan dimulai pada Juli oleh Departemen Keamanan Masyarakat negara bagian, departemen kepolisian Houston, dan kantor pengacara distrik Harris County.
Rabu lalu, pihak berwenang mencari 17 lokasi dan 12 orang ditangkap dengan beragam dakwaan, mulai dari pelanggaran ringan hingga tindak pidana berat.
“Penyelidikan ini merupakan koordinasi tiga badan dalam upaya memberantas prostitusi dan rumah bordil di kawasan Houston,” ujar para agen dalam sebuah pernyataan bersama.
United Airlines mengatakan menyadari tuduhan tersebut.
“Kami punya standar tertinggi bagi karyawan kami,” ujar juru bicara United Charles Hobart.
Wallis dibebaskan dari “kewajiban terbang” tapi tetap bekerja pada perusahaan tersebut, ujar Hobart. Dia menambahkan, United "membantu pihak berwenang melakukan penyelidikan ini.”
(sil/sil)