“Yang kita harapkan agar semua perwakilan dalam menjalankan tugasnya di luar negeri fokus untuk menjalankan tugas-tugas diplomatik yang telah diberikan oleh pemerintah,” ujar Juru Bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir, saat ditemui di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (31/3).
“Kita selalu ingatkan kepada kepala perwakilan untuk fokus pada tugas-tugasnya. Mereka seharusnya fokus kepada isu-isu yang telah diberikan oleh pemerintah di posnya tersebut,” ucap Arrmanatha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yusron mengamini ucapan Suryo Prabowo. Melalui kicauan di akun Twitter pribadinya, Yusron mengatakan, "Nasihat jenderal bintang tiga ini patut direnungkan. Maka mohon Ahok tidak arogan memerintah. Kasihan dengan China miskin, baik, dan tidak salah jika mereka jadi korban."
Ahok berang dengan sikap Yusron yang dianggap rasis.
"Ada yang nge-tweet nakutin, 'Kasihan lho, turunan China miskin nanti dibantai gara-gara Ahok.' Itu kurang ajar, namanya rasis," kata Ahok saat ditemui di kawasan Cipinang Utara, Jakarta Timur, Rabu (30/3).
"Tuhan saja tidak rasis, kamu Islam saya Kristen, Tuhan kasih udara yang sama. Kalau Tuhan anggap Kristen kafir, bunuh saya sekarang saja. Kalau saya gubernur, saya kasih (program), masyarakat percaya kan dapat suara, kalau jual agama kan pengecut dan menghina Tuhan,” ujarnya.
Ahok pun mengkritik Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang masih menempatkan Yusron pada posisi strategis sebagai representasi Indonesia.
"Bu Retno Menlu kalau punya Dubes kaya gini ini bukan Indonesia. Jangan taruh orang yang mau ubah Pancasila sila pertama. Orang PBB pengen ubah Pancasila itu masalah," kata Ahok. (ama)