Sebanyak 90 orang berhasil diselamatkan dari reruntuhan jembatan layang sepanjang 100 meter yang ambruk pada Kamis (31/3). Rangka baja dan beton dari jembatan yang tengah dibangun itu runtuh menimpa jalanan yang padat kendaraan di Girish Park.
"Kebanyakan orang yang diselamatkan dalam keadaan luka berat. Masih banyak yang terkubur di bawah reruntuhan," kata Komisaris Polisi Kolkata Ajay Tyagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri negara Mamata Banerjee, yang tengah berjuang untuk terpilih kembali pada pemilu di Bengal bulan depan sempat meninjau lokasi bencana pada Kamis.
Banerjee, 61, mengatakan mereka yang bertanggung jawab tidak akan diampuni, Dia juga menyalahkan pemerintah sebelumnya yang menandatangani kontrak pembangunan jembatan layang itu pada 2007.
Namun Banerjee juga dikritik karena banyaknya pekerjaan konstruksi yang tertunda atau minim keamanan dalam pemerintahannya.
Koran Telegraph tahun lalu memberitakan, Banerjee ingin agar jembatan layang yang sudah telah dibangun selama lima tahun itu diselesaikan pada Februari. Para teknisi khawatir apakah target ini mampu dipenuhi atau tidak.
"Setiap malam, ratusan pekerja membangun jembatan layang itu dan mereka memasak serta tidur dekat lokasi setiap hari," kata Ravindra Kumar Gupta, pedagang kaki lima, yang mengevakuasi enam korban tewas.
Perusahaan konstruksi IVRCL yang membangun jembatan layang Vivekananda sepanjang 2 km itu menuai kecaman karena mengatakan insiden ini sebagai "takdir Tuhan".
"Kami tidak menggunakan bahan berkualitas rendah dan kami akan bekerja sama dengan penyidik," kata direktur operasi IVRCL, A.G.K Murthy. (stu)