Lee So Yeon, 41, mantan prajurit yang meninggalkan Korut dan menjadi perwakilan serikat perempuan mengatakan kekerasan itu umum ketika ia masih bergabung di militer Korut, saat berpidato di Seoul pada konferensi tentang hak-hak perempuan di Korut.
Dia mengatakan prajurit senior menyalahgunakan kekuasaanya dengan memperkosa prajurit wanita yang berpangkat rendah, laporan The Korea Herald.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lee juga menuding tentara pria tidak mengetahui apa-apa tentang menstruasi hingga dia dan teman-temannya yang lain dipaksa "menggunakan kembali pembalut yang sudah dipakai."
Sebelumnya wajib militer hanya untuk laki-laki sedang perempuan dapat memilih untuk menjadi sukarelawan. Diyakini semakin menipisnya sumber daya manusia dan tingkat personel di Korut membuat peraturan itu diubah.
Walaupun sulit memperoleh informasi akurat tentang kehidupan di Korut, sumber-sumber memperkirakan sekitar satu juta orang menjadi tentara negara itu. (stu)