Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, yang dikutip Reuters pada Rabu (5/4) mengatakan ada lebih dari 1.500 ranjau di Palmyra sejak disebut dari ISIS Maret lalu.
Kementerian Pertahanan Rusia, diberitakan RT, mengatakan telah menurunkan Pusat Aksi Ranjau Internasional dari Angkatan Bersenjata Rusia untuk melakukan misi rahasia penjinak ranjau di Palmyra.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ranjau yang tidak bisa dipindahkan terpaksa diledakkan dengan detonator bertekanan khusus.
Palmyra adalah kota warisan dunia versi UNESCO yang menjaring 150 ribu wisatawan per tahun sebelum perang Suriah pecah. Kini kota itu tinggal reruntuhan sejak dikuasai ISIS pada Mei 2015.
Kota itu dibebaskan dari ISIS oleh pasukan Suriah yang dibantu serangan udara Rusia pada 27 Maret lalu. (stu)