Insiden pada Kamis (7/4) ini adalah yang terbaru dari rentetan peristiwa serupa yang menimpa blogger sekuler di Bangladesh.
Tahun lalu, tersangka militan menewaskan lima penulis dan penerbit sekuler, termasuk aktivis Bangladesh-Amerika. Kelompok militan Islam, Ansarullah Bangla, mengaku bertanggung jawab atas beberapa serangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imran H Sarker dari kelompok aktivis daring BOAN mengatakan Samad adalah kritikus terkait ketidakadilan dan militansi.
"Kami melihat dia selalu menyuarakan perlawanan terhadap ketidakadilan dan pendukung besar sekularisme," kata Sarker.
Bangladesh didera gelombang kekerasan yang dilakukan militan selama setahun lebih, termasuk serangkaian bom di masjid dan kuil-kuil Hindu.
Pemerintah menyangkal bahwa ISIS hadir di negara dengan populasi 160 juta Muslim tersebut.
Ratusan mahasiswa dari Universitas Jagannath di mana Samad belajar memprotes pembunuhan ini dan menuntut pembunuh ditangkap dengan cepat.
Mereka memblokir jalan di dalam dan sekitar universitas dan mengatakan kepada wartawan jika pembunuh blogger sebelumnya sudah dihukun, maka Samad tak akan jadi korban. (stu)