Rekaman video dan foto dari media dan bantuan relawan menunjukkan para imigran berlarian mencari perlindungan untuk menghidari gas air mata dan peluru karet.
Imigran di wilayah tersebut mencari suaka di Eropa dalam beberapa bulan terakhir, di tengah krisis imigran di Eropa. Penyebrangan perbatasan di utara Yunani menjadi rute yang populer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deutsche Welle melaporkan beberapa demonstran berkonsultasi dengan kepolisian Yunani sebelum mendekati perbatasan untuk berbicara dengan otoritas Macedonia.
"Kami bukan orang-orang yang menjaga penutupan perbatasan," kata seorang polisi Macedonia yang tak disebutkan namanya.
Salah satu perwakilan pengungsi menjawab, "Kami mengerti, dan kami ingin perdamaian. Tapi di belakang saya ada 10 ribu orang, pengungsi yang melarikan diri dari perang, dan mereka sudah di sini selama beberapa bulan. Kami ingin solusi."
Beberapa menit kemudian, ratusan imigran mencoba menerobos pagar dan sebagian mencoba untuk memotong kawat berduri. Polisi Macedonia menanggapinya dengan menembakkan gas air mata, melemparkan batu dan kemudian water cannon serta peluru karet.
Doctors Without Borders melaporkan setidaknya pihaknya mengobati 300 orang yang terluka akibat bentrokan itu.
Lihat juga:Imigran Suriah: Lebih Baik Mati di Damaskus |
Tahun lalu, lebih dari satu juta imigran melarikan diri ke Eropa, kata para pejabat.
Otoritas Yunani mendeportasi ratusan imigran dalam beberapa pekan terakhir, terutama imigran dari Turki.
Ratusan pengungsi tewas selama setahun terakhir dalam upaya melarikan diri dari daerah yang dilanda perang seperti Libanon, Suriah dan Afghanistan. Mereka mencari lingkungan yang lebih aman di Eropa. (ama)