Gempa di Jepang Tak Bahayakan Energi Nuklir

Reuters, CNN Indonesia | Jumat, 15/04/2016 00:01 WIB
Gempa di Jepang Tak Bahayakan Energi Nuklir Ilustrasi gempa. (Thinkstock/Morrison1977)
Jakarta, CNN Indonesia -- Barat daya Jepang dihantam gempa berkekuatan 6 SR, Kamis (14/4). Menurut US Geological Survey, gempa itu berpusat di sekitar 11 kilometer sebelah timur kota Kumamoto. Awalnya gempa disangka lebih kuat, berkekuatan 6,2 atau 6,4 SR.

Media lokal yang dikutip Reuters memberitakan, gempa itu merusak beberapa bangunan dan melukai puluhan orang. Juru bicara pemerintah Jepang Yoshihide Suga menuturkan, beberapa bangunan hancur.

Namun ia tidak memberikan detail lebih lanjut. Agen berita Kyodo melaporkan, ada sekitar 40 orang yang dilarikan ke rumah sakit karena luka akibat gempa. Itu baru dari kota Kumamoto saja.


Gempa juga disebut-sebut menimbulkan kebakaran di Mashiki, kota yang dihuni oleh 34 ribu orang dan berlokasi di sekitar pusat gempa. NHK menunjukkan gambar pemadam kebakaran tengah berusaha melumpuhkan api di sebuah bangunan.

Listrik di sekitar 16 ribu rumah di area yang sama pun padam akibat gempa. Sekitar 38 ribu rumah di Kumamoto juga tidak mendapatkan suplai gas karenanya. Beberapa kereta cepat juga dihentikan.

Namun yang perlu diperhatikan, gempa tidak menimbulkan peringatan tsunami. Regulator nuklir yang ada di pusat tenaga listrik tidak mengalami masalah. Nuclear Regulation Authority mengatakan, tidak ada hal yang tak biasa dari tiga pusat tenaga nuklir di selatan Kyushu.

Menurut catatan US Geological Survey, getaran terjadi beberapa kali. Getaran lain kembali dirasakan sekitar pukul 15.03 GMT. Awalnya itu juga disebut-sebut berkekuatan 6,4 SR namun kemudian direvisi hanya menjadi 5,9 SR semata.

Sebelumnya, Jepang pernah diguncang gempa lebih hebat. Getarannya tercatat berkekuatan 9 SR, pada Maret 2011. Gempa itu menimbulkan tsunami yang menewaskan sekitar 20 ribu orang dan mematikan tenaga nuklir yang jadi kekuatan Jepang. (rsa/rsa)