Terdapat spekulasi sebelumnya bahwa Kerry akan melontarkan permintaan maaf untuk pertama kalinya atas serangan bom atom AS ketika dia mengunjungi Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima pada Senin (11/4).
Namun seorang pejabat Kemlu AS menyatakan tidak akan ada permintaan maaf resmi dari para diplomat Amerika, termasuk menteri luar negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerry mengunjungi museum yang memajang berbagai foto korban yang menderita luka parah akibat bom atom yang dijatuhkan AS di Hiroshima pada 6 Agustus 1945 lalu. Dipajang pula sobekan pakaian korban bom dan sejumlah patung yang menggambarkan korban dengan daging yang mencair.
Kerry menyebut museum itu sebagai "pengingat yang menyayat hati" akan perlunya kerja sama untuk membebaskan dunia dari senjata nuklir.
Lihat juga:Petinggi Intelijen Korut Membelot ke Korsel |
Usai mengunjungi museum, menteri luar negeri G7 mengeluarkan pernyataan bersama yang menegaskan kembali komitmen mereka untuk membangun dunia tanpa senjata nuklir. Upaya ini dipersulit oleh sejumlah provokasi Korea Utara belakangan ini, dan situasi keamanan yang memburuk di Suriah dan Ukraina.
Kerry menjadi Menlu AS pertama yang mengunjungi Hiroshima yang sempat luluh lantak akibat serangan bom nuklir AS pada 6 Agustus 1945 yang menewaskan 140 ribu orang, termasuk mereka yang meninggal karena terpapar radiasi nuklir usai serangan.
Tiga hari kemudian serangan bom lain di Nagasaki menyebabkan sekitar 74 ribu warga tewas. Kedua bom nuklir ini diluncurkan AS dalam pertempuran Perang Dunia II.
Dalam konferensi pers, Kerry menyatakan Presiden Obama ingin mengunjungi Hiroshima, tetapi dia tidak tahu apakah keinginan itu akan tercapai mengingat padatnya jadwal Obama ketika berkunjung ke Jepang.
Kerry bertemu dengan menteri luar negeri G7, yakni Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Italia dan Jepang pada akhir pekan ini untuk membahas berbagai isu global, termasuk sejumlah permasalahan di kawasan Timur Tengah, krisis pengungsi, konflik di Ukraina dan terorisme global. (ama/stu)