Dilaporkan Reuters, serangan yang terjadi di kawasan Mediterania, yang selama perang Suriah tidak dilanda aksi kekerasan yang parah. ISIS mengklaim menargetkan para pendukung Presiden Bashar al-Assad.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Media pemerintah mengkonfirmasi serangan tersebut, tetapi melaporkan jumlah korban yang lebih sedikit.
Rekaman video yang disiarkan oleh saluran berita milik negara, Ikhbariya menunjukkan cuplikan ledakan di Jableh yang membuat mobil terpelanting jauh dan membakar sejumlah mobil lainnya.
Cuplikan yang disebarkan oleh para pengguna media sosial pro-Damaskus menunjukkan sejumlah jasad terdapat di belakang sebuah mobil bak terbuka dan sejumlah potongan tubuh yang hangus terbakar tersebar di tanah.
Pertempuran semakin meningkat di beberapa wilayah di Suriah dalam beberapa pekan terakhir di tengah kesepakatan gencatan senjata yang hampir gagal. Sejumlah negara besar di dunia juga gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan perdamaian di Jenewa tahun ini.
Observatory melaporkan sekitar 53 orang tewas dalam ledakan di Jableh dan 48 lainnya di Tartous.
Kementerian Dalam Degeri Suriah menyatakan lebih dari 20 orang tewas, sementara kantor media pemerintah menyebutkan korban tewas mencapai 45 orang.
Pengeboman yang terjadi di ibu kota Damaskus dan barat Homs pada awal tahun ini menewaskan puluhan orang dan juga diklaim oleh ISIS, yang melawan pasukan pemerintah dan sekutu mereka di beberapa daerah,
ISIS juga memerangi sejumlah kelompok jihad lainnya, seperti al-Qaidah.
Rusia, yang meluncurkan intervensi militer dalam perang Suriah untuk mendukung Presiden Bashar al-Assal sejak September lalu, mengoperasikan pangkalan udara di Hmyemim di Latakia dan pusat angkatan laut di Tartous.
Kota Latakia, yang berada di utara Jableh dan merupakan pusat pemerintahan Assad, dijadikan target dalam beberapa serangan bom dan roket dari para gerilyawan. (ama)