Kini, sudah ada setidaknya 38 orang yang terbunuh akibat tiga bom terkoordiasi yang diledakkan untuk melumpuhkan keamanan pemerintah Yaman itu. Sementara itu, 24 orang dikabarkan luka. ISIS sudah mengklaim serangan itu.
Klaim dilakukan melalui agensi berita daring mereka, Amaq. Ironisnya, serangan dilakukan menjelang para tentara bersiap untuk buka puasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
April lalu, tentara Yaman dan Arab merebut kembali Mukalla dari Al-Qaidah.
Ini bukan pertama kalinya ISIS ‘mengganggu’ Yaman. Akhir Mei lalu mereka juga meledakkan bom bunuh diri di selatan Mukalla. Tragedi itu menewaskan sekitar 40 calon tentara. Itu merupakan tragedi terakhir yang diklaim ISIS, sebelum tiga bom yang menewaskan 38 orang ini.
Militan Islam di sana membangun teritori dan kebebasan selama lebih dari setahun. Prajurit Yaman sibuk melawan pasukan Iran, pemberontak Houthi yang mengontrol ibu kota Sanaa. Prajurit Yaman yakin, ada overlap antara Al-Qaidah dan ISIS, mengingat keduanya sama-sama kelompok ‘perekrut massa.’
“Teroris [laten] matig ada di Mukalla dan kami melawannya setiap hari. Sejak kemerdekaan kota ini [dari Al-Qaidah], petugas keamanan telah menahan ratusan pejuang Al-Qaidah, membongkar rencana-rencana, dan menemukan sekitar 20 mobil yang bisa diledakkan,” kata seorang petugas keamanan kepada Reuters. (rsa)