Seorang sumber dalam komite penyelidikan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa temuan ini memperkuat indikasi sebelumnya yang menunjukkan adanya asap di dalam pesawat tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai mereka mengetahui penyebab api itu, segala sesuatu masih bisa menjadi kemungkinan," ujar Baum seperti dikutip The Telegraph.
Menurut Baum, api bisa saja disebabkan kesalahan teknis, atau berasal dari bom yang meledak di dalam pesawat yang dampaknya tak terlalu kuat untuk menghancurkan satu armada.
Hingga kini, penyebab jatuhnya pesawat masih menjadi misteri. Otoritas masih berusaha memperbaiki beberapa keping rekaman suara dari kotak hitam yang rusak.
Kotak hitam ini merupakan elemen yang sangat penting dalam penyelidikan kecelakaan pesawat.
Rekam data penerbangan itu menyimpan informasi teknis dari sensor pesawat selama 25 jam, termasuk kecepatan, ketinggian, performa mesin, hingga posisi sayap. Data itu juga merekam suara dari dek pesawat, mulai dari perbincangan para kru, alarm, hingga suara gaduh lainnya. (stu/stu)