Diberitakan Reuters, Selasa (10/7), sebanyak 492 staf dipecat dari Direktorat Urusan Agama Turki, Diyanet, semacam kementerian agama di negara itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari 200 orang tewas, termasuk warga sipil dan aparat keamanan, hampir 1.500 orang terluka dalam peristiwa akhir pekan lalu itu.
Pemerintah Erdogan mengatakan kudeta tersebut didalangi oleh Fethullah Gulen, tokoh agama Turki yang kini hidup mengasingkan diri di Amerika Serikat. Akibat peristiwa ini, hubungan Turki dan AS tegang.
Erdogan mengatakan kudeta adalah bentuk dari pengkhianatan yang layak dihukum mati. Erdogan menegaskan tidak akan menghapuskan hukuman mati kendati ditekan oleh Uni Eropa. (stu)