Langkah ini diduga akan disambut oleh para pendukung Duterte, yang mengantarkannya ke kursi kepresidenan Filipina pada akhir Juni lalu, menggantikan mantan presiden Benigno Aquino II. Kemenangan Duterte juga dinilai menghapus 'politik dinasti' dalam perpolitikan Filipina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia mendorong komunikasi yang tak terlalu formal," kata Abella.
Duterte memang terkenal dengan gaya pakaian yang sederhana, menolak memakai dasi, dan gaya bicara yang ceplas-ceplos, namun di beberapa kesempatan, komentarnya dinilai kontroversial dan kasar.
Meskipun ia kini sudah menjabat sebagai presiden, Duterte masih lebih suka dipanggil "Wali Kota", menurut pernyataan istana kepresidenan. Pasalnya, sebelum menjadi presiden, Duterte menjabat sebagai Wali Kota Davao selama lebih dari dua dekade, dan terkenal atas ketegasannya memberantas kriminalitas.
Baru tiga pekan menjabat, Duterte dijadwalkankan memberikan pidato pertamanya pada Senin (25/7) mendatang. Perhelatan pidato pertama presiden Filipina umumnya berlangsung mewah. Namun, Duterte memerintahkan acara tahun ini diselenggarakan dengan anggaran yang minim, tamu yang jauh lebih sedikit dan tak mengenakan pakaian yang terlalu formal. (ama)