Kepolisian Berlin mengatakan bahwa dokter itu memang mengalami luka parah dan tewas seketika akibat serangan di Kampus Benjamin Franklin di Universitas Charite itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat konsultasi, pasien itu mengambil senjata dan melepaskan beberapa tembakan ke arah dokternya. Penyerang kemudian membalik senjatanya ke diri sendiri dan tewas," ujar Wenzel, seperti dikutip Reuters.
Wenzel menjelaskan bahwa sekarang ini pihak kepolisian belum memiliki informasi mengenai latar belakang pelaku serta motivasinya.
Jerman memang sedang menjadi sasaran empuk kekerasan terhadap warga sipil oleh orang-orang asal Timur Tengah atau Asia sejak insiden pada 18 Juli lalu yang menewaskan 10 orang. Dari empat serangan yang terjadi sejak saat itu, dua di antaranya diklaim oleh militan ISIS.
Namun, Wenzel mengatakan bahwa kepolisian tak melihat indikasi bahwa insiden ini merupakan tindakan terorisme.
"Kami tidak memiliki indikasi apa pun bahwa kejahatan ini bermotif ekstremisme atau Islamis," katanya. (stu)