Pasien Tembak Mati Dokter di Berlin

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Rabu, 27/07/2016 09:59 WIB
Pasien Tembak Mati Dokter di Berlin Ilustrasi. (Thinkstock/Smitt)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pasien menembak mati dokter di sebuah klinik universitas di Berlin, Jerman, sebelum akhirnya menghabisi nyawanya sendiri.

Kepolisian Berlin mengatakan bahwa dokter itu memang mengalami luka parah dan tewas seketika akibat serangan di Kampus Benjamin Franklin di Universitas Charite itu.

Menurut kepolisian, kini situasi di sekitar rumah sakit itu sudah terkontrol. Para penyelidik juga sudah berada di lokasi untuk mengidentifikasi latar belakang kejahatan ini.


Juru bicara kepolisian Berlin, Winfrid Wenzel, mengatakan bahwa insiden pada Selasa (26/7) ini terjadi di area rawat jalan untuk operasi rahang. Saat itu, sang dokter sedang melakukan sesi perawatan dengan pasiennya.

"Saat konsultasi, pasien itu mengambil senjata dan melepaskan beberapa tembakan ke arah dokternya. Penyerang kemudian membalik senjatanya ke diri sendiri dan tewas," ujar Wenzel, seperti dikutip Reuters.

Wenzel menjelaskan bahwa sekarang ini pihak kepolisian belum memiliki informasi mengenai latar belakang pelaku serta motivasinya.

Jerman memang sedang menjadi sasaran empuk kekerasan terhadap warga sipil oleh orang-orang asal Timur Tengah atau Asia sejak insiden pada 18 Juli lalu yang menewaskan 10 orang. Dari empat serangan yang terjadi sejak saat itu, dua di antaranya diklaim oleh militan ISIS.

Namun, Wenzel mengatakan bahwa kepolisian tak melihat indikasi bahwa insiden ini merupakan tindakan terorisme.

"Kami tidak memiliki indikasi apa pun bahwa kejahatan ini bermotif ekstremisme atau Islamis," katanya. (stu)