Melalui Facebook, militer Mesir pada Kamis (4/8) mengatakan bahwa Ansari tewas karena serangkaian serangan di dekat Arish, kota terbesar di semenanjung Sinai. Tak hanya Ansari, militer Mesir juga mengklaim berhasil menewaskan 45 militan ISIS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mesir memang terus bergejolak sejak pertengahan 2013, ketika ratusan tentara dan polisi tewas saat Abdel Fattah al-Sisi menggulingkan presiden saat itu, Mohamed Mursi.
Sebagian besar kekerasan terjadi di Sinai, tempat di mana ISIS bermarkas. Wilayah yang berbatasan dengan Israel, Jalur Gaza, dan Terusan Suez ini pun menjadi perhatian khusus bagi pemerintah.
Militer sudah melakukan beberapa operasi untuk menggempur para militan ISIS dan memutus jalur peredaran senjata dan kebutuhan mereka, salah satunya dengan menghancurkan terowongan dan desa di perbatasan yang digunakan untuk menyelundupkan senjata dan militan dari Jalur Gaza.
Warga lokal mengatakan bahwa memang banyak terowongan digunakan untuk menyelundupkan kebutuhan seharu-hari ke Gaza guna meringankan konsekuensi akibat blokade Israel. (vws)