Pengiriman uang tunai ratusan juta dolar itu mencuri perhatian publik ketika informasi ini terungkap pekan lalu. Pasalnya, waktu pengiriman uang yang menjadi bagian dari kesepakatan nuklir dengan Iran itu bertepatan dengan pembebasan tiga tahanan AS, memicu kontroversi bahwa AS mungkin mengirimkan uang tersebut sebagai tebusan.
Selain itu, CNN melaporkan bahwa uang itu diterbangkan ke Iran dalam peti kayu, ditumpuk dalam bentuk franc Swiss, euro, dan mata uang lainnya. Pemerintah AS berdalih bahwa uang yang dikirimkan merupakan bagian dari US$1,7 miliar yang harus dibayarkan AS berdasarkan keputusan pengadilan arbitrase internasional di Den Haag terkait pembelian senjata yang gagal di era Shah Reza Pahlevi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini merupakan kali pertama pemerintah AS secara terbuka mengakui bahwa pengiriman uang ke Iran itu sebagai salah satu pengaruh yang dimiliki AS untuk memastikan agar Iran sudah membebaskan para tahanan.
Pembebasan mereka merupakan bagian dari pertukaran tahanan menyusul pencabutan sebagian besar sanksi internasional terhadap Iran yang tercantum dalam kesepakatan nuklir pada 2015.
Satu tahanan lainnya, Nosratollah Khosravi-Roodsari, memilih untuk tetap tinggal di Iran. Sementara tahanan kelima, mahasiswa Amerika Matthew Trevithick, dibebaskan secara terpisah.
Pengiriman uang ini sudah diumumkan Gedung Putih pada 17 Januari dari dana yang dibekukan sejak 1981. Dana itu ditambah dengan US$1,3 miliar bunga utang ke Iran sebagai bagian dari bagian dari penyelesaian gugatan yang diajukan Iran terhadap AS di pengadilan arbitrase internasional yang berbasis di Den Haag, Belanda.
Uang ini adalah pembayaran pembelian senjata oleh Iran kepada AS di era Shah pada tahun 1970-an. Shah digulingkan tahun 1979 dalam revolusi pimpinan Khameini, sehingga transaksi gagal dilakukan dan dana Iran di AS dibekukan. (ama)