Pihak New York Times seperti dikutip Reuters, Selasa (23/8), mengatakan peretas tidak berhasil mengambil data-data atau merusak jaringan mereka di biro Moskow.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peretasan media AS oleh hacker Rusia disinyalir adalah bagian dari skema pembobolan jaringan di Amerika, salah satunya juga dialami Partai Demokrat yang mengusung Hillary Clinton dalam pemilu AS November mendatang.
Sumber Reutere mengatakan, peretas Rusia juga mengincar sistem komputer calon presiden Partai Republik, Donald Trump.
Ini bukan kali pertama New York Times diserang peretas.
Sebelumnya pada 2013, kelompok peretas pendukung Bashar al-Assad, Tentara Elektronik Suriah, menyerang New York Times dan media lainnya. Di tahun yang sama, peretas China juga berhasil menyusup ke komputer media tersebut. (den)