Hacker Rusia Retas Komputer New York Times
Denny Armandhanu | CNN Indonesia
Rabu, 24 Agu 2016 10:57 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Jaringan komputer media Amerika Serikat New York Times diretas, diduga dilakukan peretas yang bekerja untuk intelijen Rusia. Kasus ini menambah panjang pembobolan jaringan oleh peretas asal Rusia.
Pihak New York Times seperti dikutip Reuters, Selasa (23/8), mengatakan peretas tidak berhasil mengambil data-data atau merusak jaringan mereka di biro Moskow.
"Kami terus memantau sistem kami dengan alat dan intelijen terbaru. Kami tidak melihat adanya bukti sistem internal, termasuk sistem di biro Moskow, dibobol atau disusupi," kata juru bicara New York Times, Eileen Murphy.
Pejabat AS yang tidak disebut namanya kepada CNN mengatakan FBI dan badan keamanan AS lainnya tengah menyelidiki peretasan terhadap New York Times dan beberapa media lainnya di AS yang diduga dilakukan hacker Rusia.
Peretasan media AS oleh hacker Rusia disinyalir adalah bagian dari skema pembobolan jaringan di Amerika, salah satunya juga dialami Partai Demokrat yang mengusung Hillary Clinton dalam pemilu AS November mendatang.
Sumber Reutere mengatakan, peretas Rusia juga mengincar sistem komputer calon presiden Partai Republik, Donald Trump.
Ini bukan kali pertama New York Times diserang peretas.
Sebelumnya pada 2013, kelompok peretas pendukung Bashar al-Assad, Tentara Elektronik Suriah, menyerang New York Times dan media lainnya. Di tahun yang sama, peretas China juga berhasil menyusup ke komputer media tersebut. (den)
Pihak New York Times seperti dikutip Reuters, Selasa (23/8), mengatakan peretas tidak berhasil mengambil data-data atau merusak jaringan mereka di biro Moskow.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peretasan media AS oleh hacker Rusia disinyalir adalah bagian dari skema pembobolan jaringan di Amerika, salah satunya juga dialami Partai Demokrat yang mengusung Hillary Clinton dalam pemilu AS November mendatang.
Sumber Reutere mengatakan, peretas Rusia juga mengincar sistem komputer calon presiden Partai Republik, Donald Trump.
Ini bukan kali pertama New York Times diserang peretas.
Sebelumnya pada 2013, kelompok peretas pendukung Bashar al-Assad, Tentara Elektronik Suriah, menyerang New York Times dan media lainnya. Di tahun yang sama, peretas China juga berhasil menyusup ke komputer media tersebut. (den)