Hal ini tercantum dalam rancangan amandemen undang-undang soal penerimaan tentara yang dilihat oleh media Jerman Welt am Sonntag, dikutip Reuters, Minggu (28/8). Pejabat militer Jerman Bundeswehr mengatakan seluruh calon tentara harus diseleksi ketat oleh badan intelijen sebelum mereka menjalani latihan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Draf amandemen itu juga menyebutkan, para teroris ini tertarik masuk kemiliteran karena mereka bisa mendapatkan pelatihan perang untuk melakukan penyerangan di Jerman.
"Tentara Jerman melatih semua anggotanya dalam menangani dan menggunakan senjata perang. Teroris bisa menggunakan kemampuan yang mereka dapat di militer untuk melakukan tindak kekerasan di dalam dan luar negeri," ujar draf amandemen tersebut.
Untuk penerapan peraturan baru ini, Jerman akan merekrut tambahan 90 staf kemiliteran untuk melakukan 20 ribu pemeriksaan latar belakang calon tentara setiap tahun.
Reformasi penerimaan tentara ini diperkirakan menghabiskan dana hingga 8,2 juta euro dan akan disetujui oleh panglima Jerman pekan depan. (den)