Pasca Rangkaian Insiden, Clinton dan Trump Saling Serang

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Selasa, 20/09/2016 12:45 WIB
Pasca Rangkaian Insiden, Clinton dan Trump Saling Serang Kedua calon presiden pun berlomba untuk menunjukkan kekuatan mereka untuk melindungi Amerika dari teror. (Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga serangan bertubi-tubi di Amerika Serikat tentu menjadi perhatian besar menjelang pemilihan umum presiden pada November mendatang. Kedua calon presiden pun berlomba untuk menunjukkan kekuatan mereka untuk melindungi Amerika dari teror.

Capres dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, menyebut komentar kontroversial rivalnya dari Partai Republik, Donald Trump, merupakan pemicu bertambahnya perekrutan kelompok militan ISIS.

"Kita semua tahu bahwa banyak dari perkataan Donald Trump mengarah pada teroris, terutama ISIS, karena mereka ingin membuat ini sebagai perang melawan Islam ketimbang perang melawan jihadis," ujar Clinton di New York setelah satu ledakan mengguncang negara bagian itu akhir pekan lalu.


Menyerang balik, Trump mengatakan bahwa tumbuhnya kelompok teror tersebut merupakan ulah dari Clinton yang gagal meyakinkan Presiden Barack Obama untuk meninggalkan sebagian pasukan di Irak ketika masih menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.

Pada akhir 2011, Obama dan pemerintah Irak gagal mencapai kesepakatan untuk memperpanjang status perjanjian pasukan sehingga sebagian besar tentara AS pun ditarik kembali.

"Serangannya terhadap saya sebenarnya untuk menutupi rekam jejaknya yang menciptakan monster ini," ucap Trump, seperti dikutip Reuters.

Ledakan di New York sendiri terjadi di wilayah Chelsea, Manhattan, sekitar pukul 21.40 pada Sabtu (17/9). Setidaknya 29 orang terluka akibat ledakan tersebut. Tak jauh dari lokasi ledakan, ditemukan dua benda yang juga diduga bom.

Insiden ini merupakan bagian terakhir dari serangan di AS pada akhir pekan lalu. Beberapa jam sebelumnya, tepatnya pukul 20.00, terjadi penikaman yang diklaim oleh ISIS, melukai sembilan orang di Mal Crossroad, Minessota. Pelaku tewas di tangan polisi.

Di pagi hari, sekitar pukul 09.30 bom pipa meledak si sebuah tempat sampah dekat lokasi lomba lari Marinir AS di Seaside Park, New Jersey. Bom lainnya juga ditemukan di dekat stasiun kereta New Jersey.

Pada Senin (19/9), otoritas membekuk seorang pria Amerika kelahiran Afghanistan, Ahmad Khan Rahami, di dekat Linden, New Jersey, setelah terlibat baku tembak dengan polisi. Menurut otoritas, mereka akan menginterogasi Rahami terkait pengeboman di Chelsea dan Seaside Park.

Menanggapi cepatnya perubahan situasi di AS, Clinton pun menekankan pentingnya kewaspadaan dalam pidato di Philadelphia pada Senin.

"Dalam situasi yang cepat berubah ini merupakan pengingat bahwa kita membutuhkan kepemimpinan yang stabil dalam dunia yang berbahaya," katanya.

Masih berkaitan dengan kewaspadaan, dalam pidato di Fort Myers Trump mengungkap sebuah laporan pemerintah yang menyebutkan bahwa terdapat 858 imigran dari berbagai negara yang seharusnya dideportasi malah diberikan kewarganegaraan.

Menurut Trump, laporan ini menunjukkan pentingnya kontrol lebih ketat untuk memantau orang yang masuk ke AS. "Keamanan imigrasi merupakan keamanan nasional," tutur Trump.

Selama ini Trump memang sangat lantang menyuarakan kewaspadaan terhadap para imigran yang masuk ke AS. Menurutnya, kebanyakan teroris menyusup dalam gelombang imigran tersebut.

Trump pun memperkirakan akan lebih banyak serangan yang terjadi di AS jika tidak ada penanganan baik. "Saya pikir ini merupakan sesuatu yang mungkin akan terjadi lagi di seluruh pelosok negara," katanya.

Isu terorisme ini sendiri akan menjadi fokus dalam debat pertama antara Clinton dan Trump pada Senin mendatang di Hofstra University, Hempstead, New York.

Di hari yang sama, para pemimpin dunia juga sedang berkumpul di New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Clinton dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin dari Jepang, Mesir, dan Ukraina, sementara Trump kemungkinan berjumpa dengan Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi. (den)