Buku Harian Bersimbah Darah Pengebom New York Ditemukan

Denny Armandhanu, CNN Indonesia | Rabu, 21/09/2016 16:43 WIB
Buku Harian Bersimbah Darah Pengebom New York Ditemukan Pelaku pengeboman di AS, Ahmad Khan Rahami, mencatat pemikirannya soal terorisme dan rencananya mengebom New York di buku hariannya. (WABC-TV via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian New York menemukan buku harian milik Ahmad Khan Rahami, pelaku pengeboman di kota tersebut pada akhir pekan lalu. Rahami mencatat semua persiapan dan rencana pengebomannya dalam buku tersebut.

Seperti diberitakan The Independent, Rabu (21/9), buku harian yang bersimbah darah itu ditemukan dari lokasi baku tembak antara Rahimi dan polisi Senin lalu. Rahami berhasil dilumpuhkan dan didakwa atas tindak terorisme.

"Insya Allah suara pengeboman akan terdengar di jalan-jalan kalian. Suara tembakan polisi. Kematian bagi para penindasmu," tulis Rahami dalam penutup buku hariannya.


Rahami juga menyinggung soal rencana serangan dengan bom dan panci presto di New York dan New Jersey. Bom panci presto meledak di New York melukai 29 orang, sementara serangan yang sama gagal melukai seorang pun di New Jersey pada Sabtu lalu.

Penyidik menyebut Rahami membeli bahan-bahan pembuat bom di internet dan merekam dirinya sendiri menguji ledakan di halaman belakang rumahnya.

Dia memuji Nidal Hasan, yang membunuh 13 orang di Fort Hood, Texas, tahun 2009 lalu. Selain itu di buku harian itu, Rahami juga menyinggung soal Osama bin Laden dan Anwar al-Awlai, dua petinggi al-Qaidah.

Rahami dalam tulisannya mengaku menjalankan perintah Awlaki untuk tidak datang ke Suriah, namun melakukan serangan di kampung halaman.

Dokumen pengadilan juga mengatakan Rahami menunjukkan kecenderungan ekstremis di sosial media. Dia juga mengunggah video di Youtube saat meledakkan bom di dalam tanah belakang rumahnya, dua hari sebelum pengeboman di New York.

Rahami didakwa atas empat tuduhan, termasuk penggunaan senjata pemusnah massal, pengeboman sarana publik, perusakan properti dengan cara membakar atau meledakkan.

Penyidik tengah mencari kaitan antara Rahami dengan jaringan teror di luar negeri, termasuk di Pakistan yang pernah dia kunjungi. (stu)