Ibu ini bukan orang sembarangan. Dia adalah Wahida Mohamed, pemimpin pasukan yang terdiri dari 70 orang pria di kota Shirqat, sekitar 80 kilometer dari Mosul. Wanita 39 tahun yang selalu menyandang pistol Beretta 9 milimeter ini adalah salah satu buronan ISIS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berada di daftar buronan utama mereka. Bahkan lebih dicari dibanding perdana menteri," ujar Mohamed.
Dia mengatakan beberapa kali hampir tewas dalam serangan bom di dekat rumahnya. "2006, 2009, 2010, tiga bom mobil di tahun 2013 dan 2014," ujar Hanadi.
Suami pertama Um Hanadi tewas terbunuh. Dia kemudian menikah lagi, namun suami keduanya dibunuh oleh ISIS awal tahun ini. ISIS juga membunuh ayahnya dan tiga saudara lelakinya.
Hanadi mengatakan, ISIS juga membunuh domba, anjing dan burung-burungnya. Dia sendiri beberapa kali hampir terbunuh.
Um Hanadi pemimpin pasukan di kota Shirqat, Irak. (Facebook Wahida Mohamed via CNN) |
Ketika berhadapan dengan ISIS, Hanadi tidak kenal ampun.
"Saya memerangi mereka. Saya memenggal kepala mereka. Saya memasak kepala mereka. Saya membakar tubuh mereka," ujar Hanadi.
Dia mengklaim pernyataannya ini bukan bualan. "Semuanya didokumentasikan. Lihat saya di akun Facebook saya."
Um Hanadi pemimpin pasukan di kota Shirqat, Irak. (Facebook Wahida Mohamed via CNN) |
Foto-foto lainnya menampilkan dua kepala di dalam sebuah panci. Dalam foto lain, Hanadi berdiri di antara tubuh-tubuh yang terbakar.
Hanadi memiliki dua orang putri berusia 22 dan 20 tahun.
Dia telah melatih mereka untuk berperang, namun menurut Hanadi putri-putrinya terlalu sibuk mengurus anak sehingga tidak bisa turun ke medan perang. (stu)
Um Hanadi pemimpin pasukan di kota Shirqat, Irak. (Facebook Wahida Mohamed via CNN)
Um Hanadi pemimpin pasukan di kota Shirqat, Irak. (Facebook Wahida Mohamed via CNN)