Diberitakan Al-Arabiya yang mengutip laporan media Italia La Stampa, Senin (17/10), organisasi kriminal di Calabria sebelah selatan Italia, memborong senapan Kalashnikov alias AK 47, peluncur granat dan peluncur roket dari Moldova dan Ukraina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia kemudian menyadari bahwa benda antik itu mirip dengan patung yang hilang dijarah ISIS di Libya. Mafia Italia juga menjual patung zaman Yunani kuno dengan harga 800 ribu euro atau lebih dari Rp11 miliar.
La Stampa menuliskan, barang-barang antik jarahan itu kemudian dikapalkan ke Calabria untuk kemudian dilelang ke para kolektor benda seni dari China, Rusia dan Jepang, serta dari negara-negara Teluk.
Setidaknya ada lima situs arkeologi di Libya yang masuk dalam daftar warisan dunia UNESCO. ISIS yang menguasai sebagian Libya kerap menjarah dan merusak situs-situs tersebut, lalu menjualnya benda-benda di dalamnya sebagai salah satu sumber pendapatan mereka.
Menurut wawancara La Stampa dengan salah satu penyidik Italia, hubungan antara mafia dengan kelompok Islam garis keras di Timur Tengah telah terjalin sejak tahun 1990-an. Penyidik telah lama mencurigai adanya penyelundupan senjata dari Italia ke markas ISIS. (den)