Seperti dilansir CNN, FBI menyatakan pihaknya tengah memeriksa apakah surel yang ditemukan itu akan berdampak pada penyelidikan jaringan komputer Clinton, yang ditutup pada awal tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Email itu diduga terkait dengan penyelidikan Anthony Weiner, bekas anggota kongres yang terlibat dalam pesan pendek seksual pada anak di bawah umur.
Setelah penyelidikan yang berlangsung selama satu tahun, FBI sebelumnya tidak merekomendasikan tuntutan hukum terhadap Hillary soal surel dan Departemen Kehakiman kemudian menutup kasus itu.
Seperti dilansir Antara, pada jumpa pers Maret 2015, Hillary mengakui bahwa ia memang bertukar sekitar 60.000 surel melalui akun pribadinya saat ia bertugas pada pemerintahan Presiden Barack Obama. Sekitar setengah dari ribuan surel itu berisi pesan pribadi dan, karena itu, dihapus.
Semua surel dikirim dan diterima melalui jaringan komputer yang berada di kediaman Hillary.
Sebagai tanggapan atas permintaan dari Departemen Luar Negeri, kubu Hillary menyerahkan setengah surel sisanya, total sekitar 30.000 surat, kepada Departemen Luar Negeri pada Desember 2014.
Perdebatan seputar pemakaian surel oleh Hillary kembali muncul secara terbuka pada Agustus 2015 setelah inspektur jenderal masyarakat intelijen menguak rahasia bahwa dua dari ribuan surel Hillary berisi informasi sangat rahasia.
(asa)