Jokowi Yakin Presiden Baru AS Tak Ganggu Hubungan Bilateral
Christie Stefanie | CNN Indonesia
Rabu, 09 Nov 2016 14:32 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo yakin hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat tetap berjalan baik di bawah kepemimpinan Donald Trump ataupun Hillary Clinton. Menurutnya, perubahan pemimpin dari Barack Obama kepada Trump atau Hillary tidak akan mempengaruhi hubungan bilateral.
"Hubungan akan tetap baik. Terutama hubungan dagang dan investasi. Kita tahu Amerika termasuk investor lima besar di Indonesia," kata Jokowi di Istana Negara, Rabu (9/11).
Ia mengatakan, siapapun yang nantinya terpilih merupakan pilihan rakyat Amerika. Indonesia akan menghargai pilihan warga Negeri Paman Sam ini.
Jokowi enggan berkomentar lebih lanjut. Ia masih menunggu perhitungan final. Hingga kini, perhitungan cepat masih dilakukan. "Tunggu sampai ada perhitungan terakhir. Tidak boleh mendahului," ucapnya.
Berdasarkan perhitungan cepat terbaru, electoral votes yang didapatkan calon presiden Amerika Serikat Donald Trump unggul dari Hillary Clinton. Jumlah dukungan untuk Donald Trump mencapai 257 electoral votes, meninggalkan Hillary Clinton yang hanya meraih 215 electoral votes. Dibutuhkan 270 electoral votes bagi seorang capres AS untuk memenangkan pemilu.
Hingga saat ini, Trump meraup dukungan dari 56,7 juta pemilih, atau sekitar 48,1 persen suara. Sementara Clinton mengantongi dukungan 55,7 juta pemilih, atau sekitar 47,1 persen.
(ama)
"Hubungan akan tetap baik. Terutama hubungan dagang dan investasi. Kita tahu Amerika termasuk investor lima besar di Indonesia," kata Jokowi di Istana Negara, Rabu (9/11).
Lihat juga:LIVE: Menanti Presiden Baru Amerika Serikat |
Jokowi enggan berkomentar lebih lanjut. Ia masih menunggu perhitungan final. Hingga kini, perhitungan cepat masih dilakukan. "Tunggu sampai ada perhitungan terakhir. Tidak boleh mendahului," ucapnya.
Lihat juga:Pendukung Hillary Clinton Tertunduk Lesu |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ama)