Siap Bentuk Pemerintahan, Trump Tunjuk Kepala Staf Presiden

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Senin, 14/11/2016 07:23 WIB
Penunjukkan Reince Priebus menandakan keinginan Trump untuk bekerja sama dengan tokoh Republik, setelah partai itu dilanda perpecahan akibat pencapresannya. Penunjukkan Reince Priebus menandakan keinginan Trump untuk bekerja sama dengan tokoh Republik, setelah partai itu dilanda perpecahan akibat pencapresannya. (Reuters/Mike Segar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump menetapkan Ketua Komite Nasional Partai Republik Reince Priebus sebagai Kepala Staf Kepresidenannya. Penunjukkan Priebus dinilai menandakan keinginan Trump untuk bekerja sama dengan lebih banyak tokoh papan atas dan populer dari Republik, setelah partai itu dilanda perpecahan akibat banyak yang tak setuju dengan pencapresan Trump.

Dilaporkan CNN, Priebus juga merupakan tokoh yang dekat dengan Ketua DPR Paul Ryan, tokoh yang sebulan sebelum pilpres menarik dukungannya untuk Trump. Oleh karena itu, penunjukkan Priebus pada Minggu (13/11) juga dinilai sebagai isyarat Trump bersedia untuk bekerja sama dengan Ryan dan Kongres AS.

Sebagai kepala staf presiden, Priebus akan mengatur agenda Trump, membantunya mengelola isu-isu strategis, memantau informasi, menata komunikasi politik serta melaksanakan tugas administratif lainnya. Priebus juga akan berfungsi sebagai "gerbang utama" bagi siapapun yang ingin menemui Trump.


Selain menunjuk Priebus, Trump juga menetapkan ketua kampanye Stephen Bannon sebagai kepala strategi dan penasihat senior presiden. Bannon merupakan mantan kepala kantor berita konservatif, Breitbart.

"Saya senang memiliki tim yang sangat sukses untuk membantu saya memimpin negara," bunyi Trump dalam pernyataannya.

"Steve dan Reince adalah pemimpin yang berkualitas yang bekerja sama dengan baik pada masa kampanye kami dan membawa kami ke sebuah kemenangan bersejarah. Sekarang saya akan memiliki mereka berdua di Gedung Putih."

[Gambas:Video CNN]

Setelah berhasil merebut mayoritas suara dari rivalnya, Hillary Clinton, dalam pilpres pada Selasa (8/11) lalu, Trump bersama dengan tim kampanyenya tengah mempertimbangkan berbagai nama untuk mengisi jajaran kabinet.

Meski demikian, Priebus dinilai sebagai orang dalam Washington yang dikhawatirkan dapat menghambat salah satu janji Trump, yakni memangkas birokrasi pemerintahan.

Sementara Bannon, merupakan tokoh baru dalam kancah politik AS. Namun, medianya, Breibart beberapa kali menyerang sejumlah tokoh Republik, termasuk Ryan. Bannon merupakan tokoh yang membantu Trump menghadirkan tiga wanita yang mengaku pernah dilecehkan mantan presiden Bill Clinton pada debat presiden kedua yang dihadiri Hillary. (ama)