Mahathir Desak Warga Malaysia Gabung Demonstrasi Bersih

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Jumat, 18/11/2016 10:41 WIB
Mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad mendesak warga Malaysia untuk ikut bergabung dalam demonstrasi menuntut pemerintahan Najib razak mundur. Mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad mendorong warga Malaysia untuk ikut bergabung dalam demonstrasi menuntut pemerintahan Najib razak mundur (Reuters/Olivia Harris)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahatir Mohamad, mendesak warga Malaysia yang menentang pemerintahan Perdana Menteri Malaysia saat ini, Najib Razak, untuk ikut turun ke jalan dan mendukung aksi demonstrasi yang akan digelar pada akhir pekan ini di ibu kota Kuala Lumpur. 

Melalui video berdurasi kurang dari dua menit, mantan PM Malaysia periode 1981-2003 itu menyerukan para warga dan pendukung anti-pemerintah untuk melakukan aksi demonstrasi pada Sabtu (19/11) dan bergabung bersama kelompok gerakan Bersih menuntut Najib lengser. 

"(Bersih) mencoba menemukan cara untuk menyembuhkan bangsa sehingga kami tidak lagi dipimpin oleh seorang yang telah dituduh seluruh dunia menghilangkan uang dengan jumlah yang begitu banyak," ucap Mahathir seperti dikutip CNN, Kamis (17/11).


Mahathir menggambarkan Malaysia sedang berada dalam "keadaan darurat" dan menuding pemerintahan Najib yang korup telah menyebabkan Malaysia "memiliki utang miliaran ringgit yang tak dapat dibayar oleh pemerintah dan negara". Satu miliar ringgit setara dengan Rp3 triliun.

Mengenakan kaus kuning yang menjadi ciri khas gerakan Bersih, pemimpin terlama di Malaysia itu juga mendesak mantan anggota kabinetnya terdahulu untuk bergabung dengan para demonstran pada Sabtu nanti.

"Saya berharap semua warga Malaysia akan mendukung dan menjadi bagian dari aksi protes gerakan Bersih ini," kata Mahathir menambahkan.

Meski demikian, menurut laporan Free Malaysia Today, Mahathir tidak akan turut turun ke jalan bersama barisan demonstran Bersih pada akhir pekan ini lantaran akan berada di luar negeri. 

Bersih merupakan koalisi aktivis Malaysia yang menuntut pemerintahan dan proses pemilu yang bersih dan jauh dari korupsi.

Tuntutan warga Malaysia agar Najib mundur menyusul adanya laporan dari berbagai media internasional yang menyebutkan Najib diduga telah menggelapkan dana lembaga investasi 1Malaysia Development Berhad atau 1MDB ke rekening pribadinya sebesar hampir US$700 juta.

Tudingan itu juga menyebabkan digelarnya penyelidikan di berbagai negara terkait. 

Selain Mahathir, berbagai tokoh politik Malaysia seperti Anwar Ibrahim juga turut menyuarakan desakan agar Najib mundur.

Menurut seorang Fellow dari Institut Penang, Malaysia, Wong Chin Huat, demonstrasi ini tidak memiliki dampak langsung terhadap pemerintahan Malaysia, namun, gerakan protes ini menjadi bagian penting dalam memperbesar dan memperkuat koalisi sosial anti-pemerintahan Najib.

Wong menuturkan, walaupun aksi protes pada akhir pekan ini tidak akan sebesar aksi gerakan Bersih beberapa waktu lalu, tapi unjuk rasa nanti diprediksi akan jauh lebih beragam.

"Gerakan Bersih akan memainkan peran sebagai platform penuntut perubahan di Malaysia," kata Wong kepada CNN.

Sebagian warga Malaysia mempertanyakan keterlibatan Mahathir dalam gerakan oposisi pemerintahan Malaysia saat ini. Pasalnya, ketika Mahathir menjabat sebagai pemimpin, pemerintahannya dikenal keras terhadap gerakan oposisi saat itu.  

Di akhir masa pemerintahannya, Mahathir terjepit dengan adanya gerakan "reformasi" yang berujung pada pemenjaraan mantan wakilnya, Anwar Ibrahim.

"Saya tidak berpikir Mahathir memiliki niat untuk membalikan keadaan saat ini sama seperti dulu, tapi dia memang orang yang sangat pragmatis," ucap Wong.

Kelompok aktivis Bersih beserta pendukung gerakan anti-pemerintahan akan berkumpul di Kuala Lumpur dengan mengenakan kaus berwarna kuning untuk menuntut Najib mundur. Di sisi lain, partai yang berkuasa, Organisasi Persatuan Melayu atau United Malays National Organisation, juga mendesak pendukungnya mengenakan kaus merah dan menghadapi para demonstran. 

Najib sendiri memperingatkan masyarakatnya bahwa kekerasan saat demonstrasi tidak akan ditoleransi. 

"Kalian semua (para demonstran) tidak boleh menimbulkan segala jenis bentrokan fisik sama sekali. Kekerasan tidak baik dan bukan bagian dari budaya Malaysia," ucap Najib kepada kantor berita Bernama pada Kamis (17/11), seperti dikutip AFP.

"Jika salah satu pihak ingin melakukan aksi protes, pihak lainnya yang mendukung pemerintah juga boleh turut serta ke jalan melindungi pemerintah. Tapi saya tidak mau ada kekerasan fisik terjadi selama aksi demonstrasi," kata Najib yang saat ini tengah berada di Jepang. (ama)