"Keamanan Eropa dalam bahaya. Hubungan dengan Rusia akan sulit, kami perlu berdialog lebih banyak," kata Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier dalam wawancara dengan koran Die Welt yang dikutip Reuters, Jumat (25/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke-15 negara yang mendukung inisiatif Jerman mendesak Rusia membuat kesepakatan baru adalah Perancis, Italia, Austria, Swiss, Republik Ceko, Spanyol, Finlandia, Belanda, Norwegia, Rumania, Swedia, Slovakia, Bulgaria dan Portugal.
Kelompok ini akan membuat pernyataan bersama dan bertemu kembali di sela-sela pertemuan tingkat menteri Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa, OSCE, pada 8-9 Desember mendatang di Hamburg.
Menurut Steinmeier, Rusia semakin membahayakan setelah mencaplok Crimea dari Ukraina pada 2014 dan mendukung kelompok separatis di Ukraina timur. Steinmeier mengatakan, tindakan Rusia itu menimbulkan rasa tidak percaya dan akan memicu perlombaan senjata.
"Kita punya tanggung jawab untuk berupaya semaksimal mungkin dalam upaya meningkatkan keamanan dan perdamaian," ujar Steinmeier.
Langkah Steinmeier ini dipandang pesimistis oleh Amerika Serikat yang menganggap Rusia telah berulang kali melanggar kesepakatan dan traktat. AS dan NATO Juni lalu juga mengkritik Steinmeier yang memperingatkan soal manuver militer Barat di Eropa timur yang disebutnya memperburuk ketegangan dengan Rusia. (den)