"Sekarang ini, kami menegosiasikan lebih dari 12 perjanjian dengan harapan dapat merampungkan dan menandatanganinya," ujar Menteri Luar Negeri Kuba, Josefina Vidal, sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (7/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua negara bahkan sudah mendirikan kedutaan besar dan membuka jalur penerbangan komersial untuk menunjukkan keterbukaan mereka.
Namun, beberapa pihak mulai khawatir setelah Trump menang dalam pemilu AS. Trump sempat mengancam akan membatalkan kesepakatan normalisasi dengan Kuba jika negara pimpinan Raul Castro itu tidak memberikan penawaran yang lebih baik.
Vidal enggan mengomentari pernyataan Trump tersebut. Namun, Vidal berharap pemerintahan Trump menyadari bahwa kesepakatan ini didukung oleh kebanyakan warga AS dan Kuba.
"Kuba berharap pemerintahan AS yang baru mempertimbangkan hasil yang sudah kita capai yang didukung oleh mayoritas masyarakat Kuba dan AS," katanya.
Meskipun mungkin ada beberapa perbedaan pandangan, Vidal mengatakan bahwa Kuba siap untuk terus memperkuat hubungan. (has)