Sorak-sorai Warga Sirte Bebas dari Cengkraman ISIS

Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 08/12/2016 23:00 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Warga Sirte, bersorak menyambut keberhasilan pasukan Libya memukul mundur kelompok militan ISIS dari kawasan itu.

Rona bahagia terpancar dari seluruh warga Sirte, Libya, ketika mereka merayakan keberhasilan pasukan pemerintah memukul mundur kelompok militan ISIS usai pertempuran sengit selama enam bulan terakhir. (Reuters/Hani Amara)
Dalam pertempuran tersebut, pasukan Libya yang didukung oleh serangan udara dari Amerika Serikat, berhasil mengambil alih kontrol penuh di wilayah terakhir kota itu pada pekan ini. (Reuters/Hani Amara)
Pasukan Libya yang didominasi pasukan dari Kota Misrata sejak pekan lalu berhasil menyudutkan area kekuasaan ISIS hingga hanya menyisakan satu wilayah di penghujung kota itu. Wilayah itu pekan ini berhasil direbut kembali oleh militer. (Reuters/Hani Amara)
ISIS menguasai Sirte sejak awal 2015, mengubahnya menjadi basis yang paling penting di luar Timur Tengah. Sebelum memasuki Libya, ISIS hanya menancapkan kekuasaanya di Suriah dan Irak. (Reuters/Hani Amara)
ISIS memanfaatkan kekosongan keamanan di Libya. Setelah diktator Muammar Gaddafi lengser pada 2011 lalu, negara Afrika Utara itu terbelah menjadi dua faksi, dengan masing-masing faksi mengklaim sebagai pemerintahan yang sah. (Reuters/Hani Amara)
Kampanye Sirte adalah salah satu tantangan yang harus dihadapi Libya dari sekian banyak tantangan lainnya. Pemerintah Libya berusaha menyatukan kembali faksi-faksi yang bertikai sejak 2011 itu. (Reuters/Hani Amara)
Selama menguasai Sirte, ISIS dilaporkan kerap menjarah dan merusak situs bersejarah di kawasan tersebut, lalu menjualnya sebagai salah satu sumber pendapatan mereka. (Reuters/Hani Amara)
Militan ISIS dilaporkan menukarkan barang antik zaman Romawi dan Yunani kuno yang dijarah dari Sirte dengan berbagai senjata selundupan dari mafia Italia dan Rusia. (Reuters/Hani Amara)
Juru bicara pemerintah Libya menyatakan, meski ISIS berhasil dipukul mundur, operasi militer akan terus dilanjutkan hingga keamanan tercipta di wilayah yang lebih luas. (Reuters/Hani Amara)