Loyalis Assad Rayakan Kemenangan Tentara Suriah di Aleppo

Reuters, CNN Indonesia | Selasa, 13/12/2016 18:57 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Warga yang mendukung rezim Presiden Bashar Al-Assad merayakan kemenangan tentara Suriah yang berhasil merebut mayoritas wilayah di Aleppo dari pemberontak.

Keberhasilan pasukan pemerintah merebut sebagian besar wilayah Aleppo dari tangan pemberontak disambut dengan gegap gempita oleh warga yang loyal terhadap pemerintahan rezim Presiden Bashar Al-Assad. Kemeriahan terlihat sepanjang Senin (12/12) malam, dengan puluhan warga turun ke jalan. (Reuters/Omar Sanadiki)
Keberhasilan militer Suriah salah satunya ditandai dengan direbutnya kembali area Mogambo pada Senin (12/12). Kemenangan ini menandakan militer Suriah sudah menguasai seluruh lima wilayah utama kota Aleppo. (AFP PHOTO/George OURFALIAN)
Pertahanan pemberontak berhasil dipatahkan pada Senin (12/12), menyebabkan militer Suriah dapat melenggang masuk ke sejumlah daerah kantong pemberontakan yang sebelumnya tak berhasil ditembus. Tentara pun dengan mudah menguasi seluruh distrik yang ditinggalkan para pemberontak. (AFP PHOTO/George OURFALIAN)
Dengan kemenangan sudah di depan mata, AFP melaporkan bahwa pasukan yang loyal dengan Presiden Bashar al-Assad sudah berhasil menguasai sekitar 90 persen wilayah yang sebelumnya dikuasai pemberontak di Aleppo. (Reuters/Omar Sanadiki)
Kemajuan militer Suriah ini tak serta merta berhasil memberangus pemberontakan. Meski tak dapat bertahan di kota-kota besar, berbagai kelompok pemberontak dilaporkan masih menguasai sejumlah pedesaan di barat Aleppo dan juga di Provinsi Idlib. (AFP PHOTO/George OURFALIAN)
Meski garis depan pertempuran dengan cepat bergeser pada Senin, namun semakin banyak warga Aleppo yang melarikan diri dari perang. Mereka membawa barang bawaaan seadaanya. (Reuters/Abdalrhman Ismail)
Banyak di antara warga yang melarikan diri terpaksa membawa kerabat yang sakit dan renta menggunakan kursi roda. AFP melaporkan pada Senin bahwa sekitar 10 ribu warga sipil lari dari wilayah timur Aleppo yang dikuasai pemberontak dalam 24 jam terakhir. (Reuters/Abdalrhman Ismail)
Kelompok pemerhati perang Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, memperkirakan sekitar 130 ribu warga sipil terlantar sejak rezim Assad yang didukung Rusia dan milisi Syiah dari Iran dan Libanon meluncurkan operasi militer masif di Aleppo pada pertengahan November lalu. (Reuters/Abdalrhman Ismail)
Meski mengalami di Aleppo, militer Suriah kehilangan Palmyra yang berhasil direbut kembali oleh ISIS pada akhir pekan. Padahal, pada Maret lalu, pemerintah Suriah sudah berhasil merebut kembali Palmyra dari tangan ISIS dengan bantuan militer Rusia. (Reuters/Abdalrhman Ismail)
Kejatuhan kembali Palmyra ke tangan ISIS menunjukkan bahwa sistem pertahanan militer Suriah yang dibantu Rusia tidak cukup efektif untuk memberangus militan di kawasan itu. (Reuters/Abdalrhman Ismail)