Duta Besar Indonesia untuk Swiss Linggawaty Hakim menuturkan, situasi di Swiss cukup terkendali meskipun otoritas kepolisian negara itu terus meningkatkan keamanan pasca serangan teror yang melukai tiga orang itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pemberitaan, sejumlah masjid di Swiss menjadi terget tuduhan atas penyebaran radikalisasi di negara itu, terutama masjid di Kota Zurich dan Jenewa.
Sejauh ini, Linggawaty menuturkan belum ada laporan jika WNI telah menjadi target kebencian ataupun target teror di negara itu.
"Yang jadi target dalam penyerangan kemarin itu adalah orang-orang somalia. Warga Indonesia di Swiss biasanya pergi ke mesjid lainnya," kata Linggawaty.
Seorang pria bersenjata menerobos masuk ke masjid di Zurich, Swiss, kemudian melepaskan tembakan secara membabi buta dan melukai tiga orang yang sedang beribadah pada Senin malam waktu setempat.
Dua pertiga dari total 8,3 juta warga Swiss beragama Kristen. Namun kini, sejumlah warga mengaku khawatir dengan meningkatnya peran Islam seiring dengan bertambahnya Muslim di Swiss yang kini mencapai 5 persen populasi.
Pada 2009, warga Swiss mendukung pembentukan konstitusi yang melarang pembangunan menara masjid baru di negara mereka.
(stu)