Tiga Serangan Guncang Eropa dalam 24 Jam

Reuters, CNN Indonesia | Selasa, 20/12/2016 21:02 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Pembunuhan Dubes Rusia di Turki, truk menabrak warga di Berlin, dan penembakan di masjid Zurich. Tiga serangan ini melanda Eropa dalam 24 jam.

Publik dunia dikejutkan oleh serangkaian serangan di tiga negara berbeda di Eropa pada Senin (19/12). Salah satunya adalah penembakan Dubes Rusia untuk Turki, Andrei Lavrov di Ankara. Pelakunya adalah Mevlut Mert Altintas, petugas anti huru-hara yang bergabung di kepolisian Turki selama 2,5 tahun. (Depo Photos/Sozcu Newspaper via Reuters)
Setelah melepaskan beberapa tembakan ke tubuh Karlov dari belakang, Altintas sempat berteriak 'Allahu Akbar! Jangan lupakan Suriah. Jangan lupakan Aleppo. Semua yang ikut serta dalam tirani ini akan bertanggung jawab!' (Hasim Kilic/Hurriyet via Reuters)
Pembunuhan ini diduga terjadi akibat bantun militer Rusia kepada pasukan rezim Presiden Bashar Al-Assad untuk merebut Aleppo dari pemberontak, yang didukung Turki dan negara Barat. Altintas ditembak mati polisi tak lama setelah aksi teror ini. (Hasim Kilic/Hurriyet via Reuters) 
Sementara di Berlin, Jerman, sebuah truk menabrak pengunjung sebuah pasar Natal. Tragedi yang tepatnya terjadi di Breitscheidplatz square ini menewaskan sembilan orang dan menyebabkan setidaknya 50 lainnya terluka. (Reuters/Fabrizio Bensch)
Kepolisian mulai menyelidiki kemungkinan insiden ini merupakan aksi terorisme, tapi hingga kini belum dapat memastikan motif di balik peristiwa tersebut. Polisi hanya menyebut sopir truk sengaja menabrakkan kendaraan ke kerumunan warga. (Reuters/Fabrizio Bensch) 
Juru bicara kepolisian Berlin, Kerstin Ziesmer, mengatakan bahwa sopir truk yang menabrak kerumunan itu akhirnya dibekuk ketika ia sedang berjalan kaki sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian.(Reuters/Fabrizio Bensch)
Otoritas belum membeberkan identitas dari sopir tersebut. Namun seorang sumber kantor berita DPA mengatakan bahwa sopir itu merupakan pencari suaka dari Pakistan yang tiba di Jerman pada Februari lalu. (Reuters/Christian Mang)
Usai insiden tersebut, Jerman dan beberapa negara Eropa lainnya, termasuk Perancis, memperketat sistem keamanan untuk mencegah serangan teror terulang kembali. (Reuters/Pawel Kopczynski)
Tak hanya di Turki dan Jerman, serangan teror juga terjadi ketika seorang pria melepaskan serangkaian tembakan saat menerobos masuk ke masjid di Zurich, Swiss, secara membabi-buta. Serangan ini melukai tiga orang yang sedang beribadah pada Senin malam waktu setempat. (Reuters/Arnd Wiegmann)
Meski tak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban penembakan itu, Kedutaan Besar Indonesia untuk Swiss di Kota Bern mengimbau agar warga negara Indonesia berhati-hati dan tetap waspada. (Reuters/Arnd Wiegmann)