Seorang pejabat keamanan Jerman mengatakan kepada CNN, surat tanda identitas itu ditemukan di dalam kabin truk yang digunakan untuk melakukan serangan, Rabu (21/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring dengan pencarian ini, kelompok teror ISIS telah mengklaim menginspirasi serangan yang menewaskan 12 orang itu.
Media yang terafiliasi dengan kelompok tersebut, Amaq, mendeskripsikan pelaku sebagai "tentara ISIS," yang beraksi atas seruan untuk melakukan serangan di negara-negara Barat.
Walau demikian, meski Jerman menilai serangan ini adalah aksi teror, belum ada bukti langsung yang menunjukkan keterkaitan pelaku dengan ISIS.
Setelah klaim ini tersebar, Menteri Dalam Negeri Jerman, Thomas de Maiziere, pun langsung memerintahkan aparat negaranya untuk segera memburu pelaku serangan tersebut.
"Kami baru saja mendengar mengenai klaim tanggung jawab dari kelompok teroris ISIS. Ada beberapa petunjuk yang sekarang sedang ditelusuri penyelidik," ujar Maiziere kepada lembaga penyiaran ARD sebagaimana dikutip Reuters.
Melanjutkan seruan perintahnya, Maiziere berkata, "Tak ada yang dapat beristirahat sampai pelaku atau para pelaku ditangkap." (aal)