"Hasil komunikasi dengan otoritas setempat, tidak ada WNI yang menjadi korban sejauh ini," ujar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu, Lalu Muhamad Iqbal, Selasa (20/12).
Iqbal memastikan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin akan terus memantau situasi dan berkomunikasi dengan otoritas setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka semua panik ketika truk tersebut melaju dengan kecepatan sekitar 64 kilometer per jam, tapi sama sekali tak melambat ketika sudah mendekati pasar.
"Tidak mungkin ini hanya sebuah kecelakaan," ucap Rushton kepada CNN.
Julian Reichelt, pemimpin redaksi tabloid Jerman, Bild, mengatakan bahwa pasar semacam ini akan sangat ramai setiap malam menjelang Natal.
"Sepertinya insiden ini merupakan adaptasi dari Nice," kata Reichelt, merujuk pada serangan truk di Perancis yang merenggut 86 nyawa dan melukai lebih dari 400 orang saat perayaan Bastille Day.
Juru bicara kepolisian Berlin, Kerstin Ziesmer, mengatakan, pihaknya mulai menyelidiki kemungkinan insiden ini merupakan aksi terorisme, tapi hingga kini belum dapat memastikan motif di balik peristiwa tersebut.
Kepolisian juga belum dapat memastikan identitas sopir truk. Namun, Ziesmer mengatakan, truk itu berpelat nomor Polandia.
Kanselir Jerman, Angela Merkel, melalui juru bicaranya, Steffen Seibert, langsung menyampaikan belasungkawanya melalui sebuah kicauan di akun Twitter pribadinya yang berbunyi, "Kami turut berduka dan berharap korban terluka dapat segera ditolong."
Belakangan ini, Merkel dikritik keras oleh warganya karena membuka lebar pintu perbatasan negaranya ketika Eropa dilanda banjir gelombang imigran tahun lalu. Warga khawatir gelombang imigran itu disusupi teroris. (has)