Paus Fransiskus Minta Trump Memimpin dengan Etika
Ardita Mustafa | CNN Indonesia
Minggu, 22 Jan 2017 00:24 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Paus Fransiskus mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memimpin negara dengan nilai-nilai etika dan tidak melupakan kaum miskin selama menjabat sebagai kepala negara.
"Pada saat keluarga kita dilanda krisis kemanusiaan berat, yang menuntut reaksi politik, saya berdoa agar keputusan Anda akan dipandu oleh nilai-nilai spiritual yang kaya dan beretika, yang selama ini telah membentuk sejarah rakyat Amerika, demi kemajuan martabat manusia di seluruh dunia," kata Paus Fransiskus dalam pesan yang dikirim ke Trump, seperti yang dilansir dari Reuters pada Jumat (20/1).
"Di bawah kepemimpinan Anda, semoga Amerika akan terus dinilai dengan kepedulian terhadap kaum miskin, yang terpinggirkan dan mereka yang membutuhkan,” lanjutnya.
Fransiskus, paus pertama dari Amerika Latin, telah menyampaikan keprihatinannya terhadap kaum miskin selama empat tahun menjabat.
Tahun lalu, dalam menanggapi pandangan Trump mengenai kaum imigran dan rencana pembangunan dinding di perbatasan dengan Meksiko, Paus Fransiskus mengatakan seseorang dengan pandangan seperti itu "bukanlah seorang umat Kristiani yang baik."
Trump membalas kritkan itu dengan menyebut komentar Paus sebagai ”pernyataan yang memalukan". (ard)
"Pada saat keluarga kita dilanda krisis kemanusiaan berat, yang menuntut reaksi politik, saya berdoa agar keputusan Anda akan dipandu oleh nilai-nilai spiritual yang kaya dan beretika, yang selama ini telah membentuk sejarah rakyat Amerika, demi kemajuan martabat manusia di seluruh dunia," kata Paus Fransiskus dalam pesan yang dikirim ke Trump, seperti yang dilansir dari Reuters pada Jumat (20/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun lalu, dalam menanggapi pandangan Trump mengenai kaum imigran dan rencana pembangunan dinding di perbatasan dengan Meksiko, Paus Fransiskus mengatakan seseorang dengan pandangan seperti itu "bukanlah seorang umat Kristiani yang baik."
Trump membalas kritkan itu dengan menyebut komentar Paus sebagai ”pernyataan yang memalukan". (ard)