"Tidak perlu lagi mengoordinasikan perumahan Yahudi di Yerusalem Timur. Kita bisa membangun di manapun sebanyak yang kita mau," kata Netanyahu dalam pernyataan pers yang dikutip Reuters, Senin (23/1). Dalam pernyataan, disebutkan juga Netanyahu berniat untuk memulai membangun di Tepi Barat.
Netanyahu memberitahukan langkah ini pada para menteri dalam rapat di mana mereka juga secara bulat sepakat menunda diskusi soal nota pengajuan pencaplokan Israel di permukiman Maale Adumim, Tepi Barat. Permukiman ini adalah rumah bagi 40 ribu warga Israel di dekat Yerusalem.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak masalah menghadapi kita. Masalah Israel-Palestina, situasi Suriah, ancaman Iran," kata Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi saat memulai rapat kabinet mingguan.
Proyek perumahan yang disetujui pemerintah kota Yerusalem kemarin terdapat di kawasan yang diinginkan Palestina di masa depan. Proyek tersebut sempat dihentikan pada Desember, sesuai dengan permintaan Netanyahu, untuk menghindari kecaman Presiden pendahulu Trump, Barack Obama.
Walau demikian, sayap kanan Israel meyakini Trump akan lebih mendukung permukiman yang dibangun di Tepi Barat dan Yerusalem Timur jika dibandingkan dengan Obama. Kedua daerah ini direbut Israel dalam perang 1967 silam.
Pemerintah kota Yerusalem menyetujui izin lebih dari 560 unit bangunan di Pisgat Zeev, Ramat Shlomo dan Ramot. Daerah-daerah tersebut dianeksasi ke Yerusalem melalui langkah yang tidak diakui secara internasional.
Lihat juga:Netanyahu Diundang Trump ke Washington |