"Kami menganggap perkataan dari perusahaan Fox TV itu melecehkan, tak dapat diterima, dan diucapkan secara jujur. Kami ingin mendapatkan permohonan maaf dari perusahaan TV yang dihormati itu," ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, sebagaimana dikutip Reuters, Senin (6/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam wawancara itu, Trump ditanya seberapa tak bersalah AS dalam hubungan dengan Rusia. Trump menjawab, AS sendiri melakukan beberapa kesalahan. Jawaban Trump ini menyinggung beberapa anggota kongres partai penyokongnya, Republik.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai pernyataan itu, Trump hanya menjawab, "Saya tak perlu mengklarifikasi. Pertanyaannya adalah apakah kalian menghormatinya? Dia adalah pemimpin negara besar."
Selama 17 tahun belakangan, Putin mendominasi peta politik di Rusia. Ia dituding kerap membunuh rival politiknya. Namun, Putin selalu menampik tudingan tersebut. (has)