Saudara Kim Jong Un Dilaporkan Dibunuh di Malaysia
CNN Indonesia
Selasa, 14 Feb 2017 19:32 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang sumber di pemerintahan Korea Selatan menyebut saudara tiri Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, tewas dibunuh di Malaysia.
Kim Jong-nam, kakak tiri Kim Jong-un, selama ini diketahui tinggal terasing di luar negeri.
Kepolisian Malaysia kepada Reuters, Selasa (14/2), mengatakan memang ada seorang warga negara Korea Utara yang tewas dalam perjalanan ke rumah sakit dari bandara Kuala Lumpur, sehari sebelumnya.
Abdul Azis, Kepala Kepolisian Distrik Sepang, mengatakan identitas pria tersebut belum dapat dipastikan.
Seorang pegawai di Rumah Sakit Putrajaya mengatakan pria yang terbunuh itu berusia 70 tahun dan mempunyai nama depan Kim.
Stasiun televisi Korea Selatan, Chosun, melaporkan Kim diracun di Kuala Lumpur oleh dua perempuan, diyakini sebagai agen Korea Utara yang kini buron.
Sementara sumber di pemerintahan Korea Selatan yang berbicara kepada Reuters tidak menjelaskan lebih jauh mengenai dugaan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyatakan belum bisa mengonfirmasi laporan tersebut, sementara badan intelijen belum bisa dihubungi untuk dimintai komentar.
Pada 2001 lalu, Kim Jong-nam sempat ditangkap di sebuah bandara di Jepang karena bepergian menggunakan paspor palsu.
Kim Jong-nam, kakak tiri Kim Jong-un, selama ini diketahui tinggal terasing di luar negeri.
Kepolisian Malaysia kepada Reuters, Selasa (14/2), mengatakan memang ada seorang warga negara Korea Utara yang tewas dalam perjalanan ke rumah sakit dari bandara Kuala Lumpur, sehari sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pegawai di Rumah Sakit Putrajaya mengatakan pria yang terbunuh itu berusia 70 tahun dan mempunyai nama depan Kim.
Stasiun televisi Korea Selatan, Chosun, melaporkan Kim diracun di Kuala Lumpur oleh dua perempuan, diyakini sebagai agen Korea Utara yang kini buron.
Sementara sumber di pemerintahan Korea Selatan yang berbicara kepada Reuters tidak menjelaskan lebih jauh mengenai dugaan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyatakan belum bisa mengonfirmasi laporan tersebut, sementara badan intelijen belum bisa dihubungi untuk dimintai komentar.
Pada 2001 lalu, Kim Jong-nam sempat ditangkap di sebuah bandara di Jepang karena bepergian menggunakan paspor palsu.