Juru bicara Departemen Penjara Sri Lanka, Thushara Upuldeniya, mengatakan bahwa kelompok bersenjata itu mencoba menghalangi proses transfer para tahanan yang ada di dalam mobil.
"Kelima tahanan dan dua petugas penjara tewas. Sembilan petugas lainnya dilarikan ke rumah sakit karena luka-luka," ujar Thushara, sebagaimana dikutip Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, para tersangka dari kedua pihak berseteru ini juga tewas ditembak oleh sekelompok pria bersenjata saat sedang dalam perjalanan menuju pengadilan.
Namun di dalam perjalanannya, sebagian dari mereka terdampar di Indonesia. Pada pertengahan tahun lalu, sebuah kapal berisi 44 imigran Sri Lanka terdampar di Aceh.
Indonesia sendiri masih menampung sekitar 13 ribu imigran. Pemerintah masih terus berkoordinasi dengan pihak negara asal dan tujuan untuk menangani kasus imigran yang terdampar di Indonesia ini. (has)