Upaya ini beranjak dari hubungan Jerman dan Turki yang baru-baru ini sempat tegang setelah beberapa waktu lalu ketika pemerintah daerah di bagian barat laut Jerman menolak adanya pengerahan massa yang direncanakan Menteri Turki.
Persoalan ini merupakan lanjutan dari insiden ketika Turki menahan seorang jurnalis media harian Jerman Die Welt. Kasus ini sempat membuat hubungan Ankara dan Berlin merenggang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua negara memilliki tanggung jawab untuk tidak melewati garis batas yang ada, dan membandingkan Jerman Nazi adalah salah satu diantaranya," ujar Gabriel seperti dilansir AFP, pada Rabu (8/3).
Meski dirundung masalah seputar kunjungan ini, kata dia, hanya ada satu cara untuk kembali perlahan membangun hubungan yang merenggang. "Upaya itu yakni dengan secara bertahap membangun kembali persahabatan yang nomal dan lebih ramah," ujar Gabriel.
Secara terpisah usai pertemuan dengan Gabriel, Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu turut menggarisbawahi akan persoalan hubungan yang merenggang antara kedua negara.
Ia mengatakan dirinya mau menerima kunjungan Gabriel untuk pembicaraan lebih jauh dengan Turki 'sesegera mungkin.' Di saat yang sama, pertemuan itu juga untuk mempertegas pada Jerman apakah 'Turki adalah teman atau bukan.'
Sebelumnya, Gabriel juga berupaya mencegah ada sentimen 'kita-versus-mereka' pada masyarakat Turki yang ada di Jerman. Dalam pesan khsusnya pada warga Turki, Gabriel mengatakan imigran dari Turki berperan cukup besar dalam membangun negara Jerman.
"Kalian adalah bagian dari negara kami," ungkapnya. (rah)